Track record yang baik sepanjang musim dan gelaran Liga Champion musim ini membuat Mo Salah CS difavoritka menjadi juara musim ini, atau dalam kata lain menjadi penjegal langkah Madrid untuk menjuarai kompetisi teratas Benua Biru untuk ketiga kalinya secara berurutan.
Pun demikian mimpi The Reds untuk merengkuh si Kuping Lebar menghadapi jurang yang sangat lebarnya. Pasalnya ada beberpa faktor yang memperbesar peluang Real Madrid untuk menjadi juara.
Jam terbang pemain Madrid lebih banyak
DNA Liga Champion sangat ketal dalam darah Los Blancos. Tak hanya menjadi tim terbanyak yang memenangi gelar Liga Champion, Madrid juga menjadi tim yang paling sering menjadi finalis. Jelas sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan Liverpool.
Liverpool sendiri terakhir menjadi juara pada 2005 silam, dan selang 13 tahun mereka baru bisa kembali kepartai final. Meskipun dari segi statistik musim ini Liverpool lebih baik dari Real Madrid, namun pengalaman pemain tak bisa dianggap remeh. Apalagi nyaris semua pemain Liverpool tak pernah mentas lebih dari perempat final.
Secara metal pemain Madrid jelas jauh diatas Mo Salah dan kawan-kawan.
Madrid punya bek-bek berkualitas
Sepanjang musim ini Liverpool menjadi tim yang paling disorot karena porduktifitas lini serang mereka yang terdiri dari Sadio Mane, Roberto Firminho, dan Mo Salah. Ketiga pemain ini menjadi trisula yang digadang paling produktif dimusim ini. Namun mereka belum menjajal kokohnya lini belakang Madrid yang digalang oleh salah satu defender terbaik dunia, Sergio Ramos.
Sebagai bek veteran, Ramos dikenal sebagai defender destroyer yang mampu memberikan tekanan kepada para penyerang lawan. Belum lagi dia disokong oleh tiga pemain berpengalaman lainnya seperti Marcelo, Carvajal, Varane, Nacho, ataupun Vasquez.
Sumber
